Helo Indonesia

Alex `The Beast` Lanier Pebulutangkis Prancis akan Dominasi Tunggal Putra Bulutangkis Dunia

Satwiko Rumekso - Olahraga -> Bulu Tangkis
Sabtu, 19 Oktober 2024 12:31
    Bagikan  
Alex Ranier
Istimewa

Alex Ranier - Pebulutangkis Prancis Alex Ranier dengan julukan The Beast

HELOINDONESIA.COM - Kemarin di babak 16 besar Denmark Open 2024 Alex Lanier mengalahkan Victor Axelsen tunggal putra yang mendominasi bulutangkis dunia. Axelsen kalah karena sakit mundur di game kedua interval 7-11 untuk Lanier. Di game pertama Lanier menang 21-19.

Hari ini Sabtu (19/10) 2024 di Denmark Open ia mengalahkan Loh Kuan Yew asal Singapura dengan rubber game. Secara peringkat LKY (11) sedang Lanier (21) ini menandakan Lanier memang punya sesuatu.

Dua gelar tunggal putra Olimpiade terakhir jatuh ke tangan atlet Eropa, bukan atlet Asia. Dan gelar Tour pertama setelah Olimpiade Paris, Japan Open, final Super 750 (hanya satu tingkat di bawah Big4 seperti All England dan China Open), dimenangkan oleh remaja Prancis Alex Lanier, 19, tahun.

Jika permainan mic-drop Viktor Axelsen yang tinggi dan tegap dari Denmark telah membuatnya mengoleksi gelar sesuka hati, memuncaki ajang-ajang besar, dan benar-benar mengalahkan lawan di final yang berat sebelah, Lanier yang berusia 19 tahun membawa fisik yang berbeda ke dalam olahraga ini.

Baca juga: 3 Wakil Indonesia Tembus Semifinal Denmark Open 2024, Berikut Jadwal Tandingnya

Lanier, yang tingginya 1,8 meter, dijuluki 'Beast', karena ia membawa otot yang sangat kuat ke lapangan, dipadukan dengan kecepatan gerak dan fleksibilitas, yang akan terbukti menjadi masalah di tahun-tahun mendatang bagi orang Asia yang telah terpaku pada tipe tubuh ramping, lincah, dan refleks cepat saat bermain olahraga ini.

Alex Ranier

Alex Lanier gen Z istimewa yang berpotensi jadi pemenang ajang-ajang besar lainnya di masa mendatang, termasuk Olimpiade Los Angeles 2028.

Gaya bermain Alex Lanier dicirikan oleh kombinasi kecepatan, kekuatan, dan kelincahan, yang membedakannya dari banyak pemain sezamannya.

Berikut adalah beberapa aspek utama gayanya dibandingkan dengan pemain lain:

- Smash yang Kuat: Lanier dikenal karena smash-nya yang eksplosif, mirip dengan pemain seperti Viktor Axelsen dan Anthony Ginting. Kemampuannya untuk menghasilkan kekuatan yang signifikan membuatnya menjadi ancaman konstan dalam serangan.

- Atletis: Kondisi fisiknya memungkinkannya untuk mempertahankan kecepatan tinggi sepanjang pertandingan, mirip dengan pemain seperti Kento Momota, yang juga mengandalkan stamina dan gerakan cepat. Kelincahan Lanier memungkinkannya untuk menguasai lapangan secara efektif.

Baca juga: Denmark Open 2024: Jorji Melesat ke Semifinal, Singkikan Sindhu

- Kesadaran Taktis: Meskipun kuat, Lanier juga menunjukkan kepekaan yang tajam terhadap penguasaan dan posisi lapangan, menggabungkan kekuatan kasar dengan permainan strategis. Sifat ini dapat dibandingkan dengan pemain seperti Lee Chong Wei, yang dikenal karena kecerdasan taktisnya.

- Kemampuan serba bisa: Permainan Lanier telah menunjukkan fleksibilitas, yang memungkinkannya untuk menyesuaikan gayanya berdasarkan lawan, seperti halnya Tai Tzu-ying dalam bulu tangkis wanita, yang memodifikasi pendekatannya untuk melawan berbagai gaya permainan.

- Energi Muda: Sebagai bintang yang sedang naik daun, Lanier menghadirkan energi segar ke dalam pertandingan yang sering kali dapat mengganggu ritme pemain yang lebih berpengalaman, mengingatkan pada bagaimana pemain muda seperti Anders Antonsen memperkenalkan dinamika baru ke dalam permainan.

Secara keseluruhan, perpaduan kekuatan, kelincahan, dan kecerdasan taktis Alex Lanier memposisikannya sebagai pemain yang menarik untuk ditonton dan pesaing yang tangguh dalam lanskap bulu tangkis internasional yang terus berkembang.***